Kamis, 13 Maret 2014

Fakta Tentang Gajah

Catatan ini berawal dari tugas mata kuliah Anatomi komparatif, membandingkan anatomi beserta fungsinya dari hewan satu dengan yang lainnya. Kali ini saya akan membahas tentang Gajah. Gajah merupakan hewan terbesar yang ada di daratan. Tubuh raksasanya hampir sama dengan tinggi dinding kamar kos saya . Berat hewan raksasa ini menyamai berat sekitar 50 orang. Gajah terbesar yang pernah tercatat ditemukan tertembak di Angola pada tahun 1955, beratnya sekitar £ 24.000 (11.000 kg) dengan tinggi 3,96 meter (13,0 kaki), lebih tinggi dari rata-rata gajah Afrika. Gajah adalah hewan herbivora, pemakan rumput, buah-buahan, daun, kulit kayu, semak, dan tanaman merambat. Gajah Afrika dapat hidup sekitar 70 tahun.


Gajah adalah hewan yang sangat sosial, dan belajar tentang apa yang dimakan, di mana untuk menemukan air dan bagaimana berperilaku dari ibu mereka dan gajah jantan yang lebih tua. Penelitian menunjukkan, mereka berkomunikasi dengan menggunakan suara infrasonik yang tak terdengar oleh telinga manusia. Suara infrasonik memungkinkan gajah berbicara menggunakan bahasa khusus dengan gajah lain yang terpisah sejauh 4 km. Selain itu, para ilmuwan telah menemukan 30 jenis panggilan gajah yang berbeda. Menurut para ilmuwan, dalam cuaca yang baik, gajah mampu mendengar panggilan yang berjarak 10 km dengan gelombang infrasonik.
Seekor gajah dapat menghabiskan 225 kg makanan per hari. Bagi hewan raksasa ini. Sengatan matahari merupakan ancaman serius. Untuk melepas dahaga dan dehidrasi,  mereka sanggup berjalan sejauh 50 km tanpa isitirahat, berpetualang selama 3 hari tanpa air. Demikian, tubuh mereka telah didesain dengan sangat sempurna dan dengan mempertimbangkan berbagai perhitungan yang sangat cermat agar mereka dapat bertahan dalam lingkungan mereka.
Kulit gajah Gajah Asia lebih sedikit berkerut dalam penampilan daripada gajah Afrika karena mereka terutama menghuni habitat hutan. Suhu yang tidak panas di daerah berhutan, sehingga mengurangi kebutuhan gajah untuk mendinginkan diri.
Belalai adalah harta paling berharga bagi gajah. Alat ini bekerja dengan begitu canggih dan melakukan fungsi yang berbeda-beda. Pada tahun 1700-an, para ilmuwan percaya bahwa belalai gajah tersusun atas satu otot saja. Tapi, penelitian modern kemudian membantahnya. Belalai gajah memiliki 6 kelompok otot utama (tidak dikenal), yang dibagi menjadi lebih dari 100.000 unit otot.  Otot ini menyerupai lingkaran yang saling bertumpuk satu di atas yang lain sehingga memungkinkan gajah bergerak dengan sangat leluasa. Belalai gajah merupakan perpanjangan dari bibir atas dan hidung. Ini fungsi untuk menggenggam, bernapas, berenang, makan, mnyemburkan debu, untuk membau,  minum, mengangkat, menghasilkan suara atau komunikasi, pertahanan, dan penginderaan. Walau pun berbadan besar gajah merupakan pernenang yang handal. Belalai bukanlah sekedar hidung gajah.  Ia adalah segalanya. Bila belalainya cedera, seekor gajah akan mati dalam waktu singkat.



Pendukung teori evolusi menyatakan, ciri-ciri istimewa pada binatang terbentuk dengan sendirinya, sedikit demi sedikit, secara bertahap tanpa perancangan sengaja. Namun, rancangan rumit dan sempurna pada belalai gajah dapat berfungsi hanya jika ratusan ribu otot ada secara bersamaan dan bekerja secara bersamaan pula. Misalnya, jika satu kelompok saja dari otot ini tidak ada, maka gajah takkan mampu menggerakan belalainya dan akan segera mati. Namun, gajah telah menggunakan belalai mereka dengan baik sejak jutaan tahun yang lalu. Rancangan sempurna tanpa cacat dalam tubuh gajah sekali lagi membuktikan pada kita, Allah lah yang telah menciptakan seluruh makhluk hidup (harun yahya).
Rata-rata gajah memiliki berat 5.000 kg lebih. Tetapi gajah dapat berjalan tanpa kesulitan. Hal dikarenakan Sang Pencipta merancang begitu sempurnanya setiap bagian tubuh gajah. Gajah memiliki kaki yang sangat ajaib. Meskipun harus menopang bobot yang susunan terbesar jaringan lemak dan jaringan ikat di tumit. Lima jari-jari kaki gajah terkubur di dalam daging kaki, tidak semua memiliki kuku jari kaki. Lingkar kaki depan kira-kira sama dengan setengah tinggi bahu. Kaki berperan dalam menciptakan lubang-lubang di mana air dapat dikumpulkan, untuk menggali akar dari tanah, dan untuk menavigasi medan terjal berbatu yang sulit.
Sebagian besar dari kaki terdiri dari jaringan lemak. Jaringan - bertindak sebagai shock absorber memiliki sifat elastis yang membantu gajah mempertahankan cengkeramannya pada tanah dan bergerak tanpa suara. Alasan bahwa gajah bisa berjalan begitu tenang ini sebagian disebabkan oleh "bantal spons elastis" di bagian bawah kaki. Hal ini menyebabkan sebagian besar suara teredam. Menurut hukum fisika, seorang wanita bersepatu hak tinggi akan memberikan tekanan lebih besar pada permukaan tanah daripada satu kaki gajah.
Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup berevolusi hingga menjadi bentuknya yang sempurna sebagaimana sekarang. Jika teori ini benar, maka gajah yang tidak memiliki jaringan kenyal ini pada kakinya takkan mampu berjalan sejak hari pertama mereka muncul ke dunia, dan karenanya akan mati kelaparan dan kehausan.
Begitulah Allah mendesain ciptaan-Nya dengan begitu sempurna. Ini merupakan bukti keagungan Allah sebagai pencipta Alam semesta beserta isinya. Tidaklah mungkin contoh kesempurnaan pada gajah ini muncul dengan sendirinya. Allah lah sang Maha Pencipta.
Kebenaran ini dinyatakan dalam Al-Qur'an ."Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini." (QS Al Jaatsiyah[45]:4) 
Gajah hanyalah satu contoh dari kebesaran ciptaan Allah. Masih banyak lagi makhluk Allah yang dapat kita ambil pelajaran.
"Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”(QS. Ali 'Imran (3) :191).



Tidak ada komentar:

Posting Komentar