Catatan
ini berawal dari tugas mata kuliah Anatomi komparatif, membandingkan anatomi
beserta fungsinya dari hewan satu dengan yang lainnya. Kali ini saya akan
membahas tentang Gajah. Gajah merupakan hewan terbesar yang ada di daratan.
Tubuh raksasanya hampir sama dengan tinggi dinding kamar kos saya . Berat hewan
raksasa ini menyamai berat sekitar 50 orang. Gajah terbesar yang pernah
tercatat ditemukan tertembak di Angola pada tahun 1955, beratnya sekitar £
24.000 (11.000 kg) dengan tinggi 3,96 meter (13,0 kaki), lebih tinggi dari
rata-rata gajah Afrika. Gajah adalah hewan herbivora, pemakan rumput,
buah-buahan, daun, kulit kayu, semak, dan tanaman merambat. Gajah Afrika dapat
hidup sekitar 70 tahun.
Gajah
adalah hewan yang sangat sosial, dan belajar tentang apa yang dimakan, di mana
untuk menemukan air dan bagaimana berperilaku dari ibu mereka dan gajah jantan
yang lebih tua. Penelitian menunjukkan, mereka berkomunikasi dengan
menggunakan suara infrasonik yang tak terdengar oleh telinga manusia. Suara
infrasonik memungkinkan gajah berbicara menggunakan bahasa khusus dengan gajah
lain yang terpisah sejauh 4 km. Selain itu, para ilmuwan telah menemukan 30
jenis panggilan gajah yang berbeda. Menurut para ilmuwan, dalam cuaca yang
baik, gajah mampu mendengar panggilan yang berjarak 10 km dengan gelombang
infrasonik.
Seekor
gajah dapat menghabiskan 225 kg makanan per hari. Bagi hewan raksasa ini.
Sengatan matahari merupakan ancaman serius. Untuk melepas dahaga dan dehidrasi,
mereka sanggup berjalan sejauh 50 km tanpa isitirahat, berpetualang
selama 3 hari tanpa air. Demikian, tubuh mereka telah didesain dengan sangat
sempurna dan dengan mempertimbangkan berbagai perhitungan yang sangat cermat
agar mereka dapat bertahan dalam lingkungan mereka.
Kulit
gajah Gajah Asia lebih sedikit berkerut dalam penampilan daripada gajah
Afrika karena mereka terutama menghuni habitat hutan. Suhu yang tidak panas di
daerah berhutan, sehingga mengurangi kebutuhan gajah untuk mendinginkan diri.
Belalai
adalah harta paling berharga bagi gajah. Alat ini bekerja dengan begitu canggih
dan melakukan fungsi yang berbeda-beda. Pada tahun 1700-an, para ilmuwan
percaya bahwa belalai gajah tersusun atas satu otot saja. Tapi, penelitian
modern kemudian membantahnya. Belalai gajah memiliki 6 kelompok otot utama
(tidak dikenal), yang dibagi menjadi lebih dari 100.000 unit
otot. Otot ini menyerupai lingkaran yang saling bertumpuk satu di
atas yang lain sehingga memungkinkan gajah bergerak dengan sangat
leluasa. Belalai gajah merupakan perpanjangan dari bibir atas dan hidung.
Ini fungsi untuk menggenggam, bernapas, berenang, makan, mnyemburkan debu,
untuk membau, minum, mengangkat, menghasilkan suara atau komunikasi, pertahanan,
dan penginderaan. Walau pun berbadan besar gajah merupakan pernenang yang
handal. Belalai bukanlah sekedar hidung gajah. Ia adalah segalanya. Bila
belalainya cedera, seekor gajah akan mati dalam waktu singkat.
Pendukung
teori evolusi menyatakan, ciri-ciri istimewa pada binatang terbentuk dengan
sendirinya, sedikit demi sedikit, secara bertahap tanpa perancangan sengaja.
Namun, rancangan rumit dan sempurna pada belalai gajah dapat berfungsi hanya
jika ratusan ribu otot ada secara bersamaan dan bekerja secara bersamaan pula.
Misalnya, jika satu kelompok saja dari otot ini tidak ada, maka gajah takkan mampu
menggerakan belalainya dan akan segera mati. Namun, gajah telah menggunakan
belalai mereka dengan baik sejak jutaan tahun yang lalu. Rancangan
sempurna tanpa cacat dalam tubuh gajah sekali lagi membuktikan pada kita, Allah
lah yang telah menciptakan seluruh makhluk hidup (harun yahya).
Rata-rata
gajah memiliki berat 5.000 kg lebih. Tetapi gajah dapat berjalan tanpa
kesulitan. Hal dikarenakan Sang Pencipta merancang begitu sempurnanya setiap
bagian tubuh gajah. Gajah memiliki kaki yang sangat ajaib. Meskipun harus
menopang bobot yang susunan terbesar jaringan lemak dan jaringan ikat di
tumit. Lima jari-jari kaki gajah terkubur di dalam daging kaki, tidak semua
memiliki kuku jari kaki. Lingkar kaki depan kira-kira sama dengan setengah
tinggi bahu. Kaki berperan dalam menciptakan lubang-lubang di mana air dapat
dikumpulkan, untuk menggali akar dari tanah, dan untuk menavigasi medan terjal
berbatu yang sulit.
Sebagian
besar dari kaki terdiri dari jaringan lemak. Jaringan - bertindak sebagai
shock absorber memiliki sifat elastis yang membantu gajah mempertahankan
cengkeramannya pada tanah dan bergerak tanpa suara. Alasan bahwa gajah bisa
berjalan begitu tenang ini sebagian disebabkan oleh "bantal spons
elastis" di bagian bawah kaki. Hal ini menyebabkan sebagian besar
suara teredam. Menurut hukum fisika, seorang wanita bersepatu hak tinggi
akan memberikan tekanan lebih besar pada permukaan tanah daripada satu kaki
gajah.
Teori
evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup berevolusi hingga menjadi bentuknya yang
sempurna sebagaimana sekarang. Jika teori ini benar, maka gajah yang tidak
memiliki jaringan kenyal ini pada kakinya takkan mampu berjalan sejak hari
pertama mereka muncul ke dunia, dan karenanya akan mati kelaparan dan kehausan.
Begitulah
Allah mendesain ciptaan-Nya dengan begitu sempurna. Ini merupakan bukti
keagungan Allah sebagai pencipta Alam semesta beserta isinya. Tidaklah mungkin
contoh kesempurnaan pada gajah ini muncul dengan sendirinya. Allah lah sang
Maha Pencipta.
Kebenaran
ini dinyatakan dalam Al-Qur'an ."Dan pada penciptaan kamu dan pada
binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat
tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini." (QS Al
Jaatsiyah[45]:4)
Gajah
hanyalah satu contoh dari kebesaran ciptaan Allah. Masih banyak lagi makhluk
Allah yang dapat kita ambil pelajaran.
"Sesungguhnya,
dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat
tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat
Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan
penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),"Ya Tuhan kami, tiadalah
Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami
dari siksa neraka.”(QS. Ali 'Imran (3) :191).


Tidak ada komentar:
Posting Komentar