Sapi merupakan salah satu hewan
ternak yang memiliki ukuran tubuh, berat badan, dan kekuatan yang besar serta
mempunyai tanduk yang dapat membahayakan manusia dan lingkungan di sekitar
hewan tersebut. Sapi juga mempunyai sifat alami untuk melindungi dirinya dari
gangguan makhluk lain yaitu menanduk dan menyepak. Kondisi sapi yang sedemikian
rupa mengharuskan kita untuk menguasai suatu tekhnik dan ketrampilan khusus
untuk mengendalikan (handling) agar manusia dan lingkungan disekitar sapi bisa
aman.
Tekhnik yang biasa digunakan dalam
pengendalian (handling) sapi di Indonesia adalah tekhnik keluh. Tekhnik keluh
pada sapi adalah sebuah tekhnik pengendalian dengan cara memasangkan tali
telusuk menembus sekat hidung dan disimpulkan di kepala sapi. Tekhnik ini
memerlukan ketrampilan karena dalam proses pengeluhan dapat memungkinkan
terjadinya luka/iritasi pada septum nasi yang dapat menyebabkan infeksi.
Pada awal juni 2011 pemerintah
Australia melakukan pelarangan ekspor sapi hidup ke Indonesia, setelah didesak
oleh warganya karena isu Animal Welfare. Sapi Brahman Cross di negara
asalnya (Australia) dipelihara dengan manajemen peternakan lepas (grazing) pada
padang pengembalaan yang sangat luas dengan kawanan berjumlah besar dengan
sistem perkawinan silang secara alami, dan dukungan pakan hijauan maupun
penguat, yang secara kuantitatif maupun kualitatif mencukupi. Setelah mengalami
proses adaptasi minimal selama tiga bulan di feed loter, sapi tersebut
dibagikan pada masyarakat dalam keadaan bunting dan masih dalam temperamen yang
agak liar.
Pengeluhan pada sapi sebenarnya
melanggar lima azas kebebasan hewan yakni dalam azas bebas dalam
mengekspresikan hidup alami dan bebas dari rasa ketidaknyamanan. Kondisi
peternakan di Indonesia yang masih tradisional tidak memungkinkan sapi
dibiarkan bebas dikarenakan terbatasnya lahan yang dimiliki peternak sehingga
peternak menggunakan teknik keluh untuk mengendalikan sapi peliharaanya.
Pengeluhan sapi di Indonesia dianggap suatu hal yng lumrah dan diperbolehkan oleh
pemerintah dikarenakan kondisi peternakanan tradisional masyarakat Indonesia.

saya tertarik dengan teknik pemasangan keluh pada sapi.....dan untuk menilai apakah pengeluhan tsb bertentangan dgn animal welfare/tidak, perlu dilihat mulai dari cara teknik keluhnya smp dengan bgm pengaruh keluh tsb selama hidup sapi.
BalasHapus