Kamis, 08 Januari 2015

Kata Sambutan Perwakilan Dokter Hewan Baru Universitas Wijaya Kusuma Surabaya 2015

Oleh : drh. Isvan Randi Saputra

Yth. Pembina, pengurus dan ketua yayasan Wijaya Kusuma Surabaya
Yth. Rektor dan Wakil Rektor Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Yth. Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Yth. Para Dekan Fakultas di lingkungan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya
Yth. Ketua Umum PB PDHI
Yth. PDHI Jawa Timur
Yth. Orang tua/wali Dokter Hewan baru
Yth. Tamu Undangan
Yth. Dokter Hewan Baru
Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarakatuh,
Salam sejahtera bagi kita semua.
Segala puji bagi Allah, Tuhan Yang Maha Esa kita panjatkan sebagai rasa syukur karena atas kelimpahan rahmat-Nya pada kesempatan ini kita dapat mengikuti pelantikan, dan pengambilan sumpah dokter hewan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya angkatan yang kedua.
Rekan-rekan sekalian, beberapa tahun yang lalu kita melangkahkan kaki ke Universitas Wijaya Kusuma Surabaya untuk belajar. Tidak hanya belajar secara formal, tetapi kita belajar bermasyarakat, berorganisasi dan bernegara. Dengan gelar dokter hewan yang kita peroleh saat ini, akan memudahkan langkah-langkah kita selanjutnya dalam meraih cita-cita. Dengan demikian kita menyadari betapa berharganya pendidikan. Pendidikan memang tidak menjamin kesuksesan, tetapi tanpa pendidikan kehidupan ini menjadi lebih sulit.
Sumpah dokter hewan merupakan bentuk pernyataan dokter hewan muda berdasarkan  kompetensi profesi yang telah ditempuh selama proses Pendidikan Sarjana Kedokteran Hewan dan Pendidikan Profesi Dokter Hewan. Dengan pengambilan sumpah tersebut seorang dokter hewan baru berhak untuk mengabdikan diri kepada masyarakat dan bekerja sesuai dengan keprofesiannya.
Pelantikan dan pengambilan sumpah dokter hewan merupakan satu langkah diantara langkah-langkah selanjutnya yang harus kita tempuh. Pada hari ini kami sebagai dokter hewan baru memohon doa restu kepada Hadirin agar kami dapat menerapkan ilmu yang kami dapat. Sehingga ilmu kami bukan seperti pohon yang tak berbuah. Karena sebaik-baik ilmu adalah yang memberikan manfaat kepada orang banyak. Dan pada hari ini kami berharap hadirin dapat mendoakan kami, agar kami berhasil dalam melewati Ujian Kompetensi serta memperoleh pekerjaan, studi lanjut atau bahkan membuka lapangan pekerjaan sesuai dengan yang kami cita-citakan.
Sebagai stake-holders, dokter hewan baru diharapkan dapat menjadi problem solver persoalan global dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera melalui kesehatan hewan (Manusya mriga satwa sewaka). Pengawasan bahan makanan asal hewan dan pencegahan penyakit zoonosis (penyakit menular dari hewan ke manusia) merupakan tantangan bagi dokter hewan sebagai profesi yang mempunyai kewenangan veteriner.
Tahun 2015 ini kita akan memasuki Pasar Bebas Asean. Dalam hal ini akan banyak dokter hewan dari luar negri yang dating ke Indonesia. Oleh karena itu, sebagai dokter hewan muda kita harus meningkatan skill dan kompetensi, agar kita mampu bersaing dan menjadi partner yang professional dengan dokter hewan internasional.
Sebelum mengakhiri sambutan, Saya sebagai wakil rekan-rekan dokter hewan baru yang pada hari ini dilantik, mengucapkan terimakasih setulusnya kepada Rektor, wakil rektor, dekan, wakil dekan, bapak dan ibu dosen, civitas akademika Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, sanak saudara dan yang paling utama adalah kedua orang tua kami serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam keberhasilan kami. Untuk saat ini kami belum bisa membalas jasa selain mendoakan agar kebaikan yang bapak/ibu berikan menjadi pahala yang terus mengalir melalui ilmu yang kami terapkan dan kembangkan.
 Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga kita bisa menjadi dokter hewan yang menjunjung tinggi etika, moral dan tanggung jawab.    
Viva Veteriner!
Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh

Rabu, 19 Maret 2014

Analisa "Five Freedom" Beruang Madu di Kebun Binatang Surabaya

     Beruang madu termasuk famili ursidae dan merupakan jenis paling kecil dari kedelapan jenis beruang yang ada di dunia. Beruang ini adalah fauna khas provinsi Bengkulu sekaligus dipakai sebagai simbol dari provinsi tersebut. Beruang madu juga merupakan maskot dari kota Balikpapan. Oleh karena itu beruang madu adalah beruang kebanggaan Indonesia. Beruang madu terdapat di Sumatera dan Kalimantan. Beruang madu hidup di hutan-hutan primer, hutan sekunder dan sering juga di lahan-lahan pertanian, mereka biasanya berada di pohon pada ketinggian 2 - 7 meter dari tanah, dan suka mematahkan cabang-cabang pohon atau membuatnya melengkung untuk membuat sarang.
       Beruang madu adalah binatang omnivora yang memakan apa saja di hutan. Mereka memakan bermacam jenis buah-buahan dan tanaman hutan hujan tropis, termasuk juga tunas tanaman. Mereka juga memakan serangga, madu, burung, dan binatang kecil lainnya. Makanan utamanya adalah madu, sehingga hewan ini diberi nama “Beruang Madu”. Beruang Madu termasuk binatang nokturnal. Mereka lebih aktif di malam hari. Mereka juga termasuk binatang soliter atau binatang yang suka menyendiri. Kecuali beruang madu betina yang sedang mengasuh anaknya. Mereka menghabiskan waktu di tanah dan memanjat pepohonan untuk mencari makanan.Kecuali betina dengan anaknya, beruang madu umumnya bersifat soliter




Perilaku mencari makan yang lain seperti pembongkaran sarang rayap di tanah, kayu jabuk dan batang pohon hidup untuk mendapatkan madu, bermanfaat bagi jenis satwa yang lain pula. Banyak burung yang ikut memakan serangga apabila beruang sudah membongkar sarang atau kayu jabuk dan pembongkaran kayu menyediakan lobang di batang pohon yang sering dimanfaatkan satwa lain untuk berlindung ataupun berkembang-biak. Perilaku menggali dan membongkar juga bermanfaat untuk mempercepat proses penguraian dan daur ulang yang sangat penting untuk hutan hujan tropis.         
Di Kebung Binatang Surabaya terdapat beruang madu. Yang akan kita bahas di sini adalah mengenai Animal welfare, apakah terdapat pelanggaran Five Freedom atau tidak. Cara untuk menilai kesejahteraan hewan dikenal dengan konsep “Lima Kebebasan” (Five of Freedom) yang dicetuskan oleh Inggris sejak tahun 1992. Lima unsur kebebasan tersebut adalah:
1.             Bebas dari rasa lapar dan haus
2.             Bebas dari rasa tidak nyaman
3.             Bebas dari rasa sakit, luka dan penyakit
4.             Bebas mengekspresikan perilaku normal
5.             Bebas dari rasa stress dan tertekan.

Apabila dilihat dari kandang beruang madu maka bias dinilai jika beruang madu di KBS tidak bebas mengekspresikan perilaku normalnya, seperti memanjat pohon dan menggali tanah. Dengan demikian bias jadi beruang akan merasa tidak nyaman. Bahan kandang yang terbuat dari besi dengan ukuran yang tidak luas juga bias melukai beruang. Padahal beruang setiap harinya bias berjalan sejauh 8 KM. Meskipun beruang Madu ahli dalam memanjat, tetapi memanjat pagar besi bisa sangat membahayakan keselamatan beruang madu, terlebih lantai terbuat dari semen keras.
            

            Dengan pertimbangan beruang madu membutuhkan wilayah jelajah yang luas, maka seharusnya pihak KBS membuat kandang yang lebih lebar. Konstruksi lantai kandang sebaiknya dibiarkan terbuat dari tanah. Tinggi kandang seharusnya dibuat lebih tinggi dengan diberi tanaman pohon di dalamnya. Habitat buatan yang menyerupai habitat asli di hutan akan membuat beruang merasa nyaman dan lebih bisa mengekspresika sifat alamiahnya yang aman bagi beruang madu dan pengunjung KBS. Namun bagaimana pun juga tempat yang layak bagi semua wild animal adalah di alam bebas.

Jumat, 14 Maret 2014

Keluh Sapi dan Animal Welfare

Sapi merupakan salah satu hewan ternak yang memiliki ukuran tubuh, berat badan, dan kekuatan yang besar serta mempunyai tanduk yang dapat membahayakan manusia dan lingkungan di sekitar hewan tersebut. Sapi juga mempunyai sifat alami untuk melindungi dirinya dari gangguan makhluk lain yaitu menanduk dan menyepak. Kondisi sapi yang sedemikian rupa mengharuskan kita untuk menguasai suatu tekhnik dan ketrampilan khusus untuk mengendalikan (handling) agar manusia dan lingkungan disekitar sapi bisa aman.



Tekhnik yang biasa digunakan dalam pengendalian (handling) sapi di Indonesia adalah tekhnik keluh. Tekhnik keluh pada sapi adalah sebuah tekhnik pengendalian dengan cara memasangkan tali telusuk menembus sekat hidung dan disimpulkan di kepala sapi.  Tekhnik ini memerlukan ketrampilan karena dalam proses pengeluhan dapat memungkinkan terjadinya luka/iritasi pada septum nasi yang dapat menyebabkan infeksi.
Pada awal juni 2011 pemerintah Australia melakukan pelarangan ekspor sapi hidup ke Indonesia, setelah didesak oleh warganya karena isu Animal Welfare. Sapi Brahman Cross di negara asalnya (Australia) dipelihara dengan manajemen peternakan lepas (grazing) pada padang pengembalaan yang sangat luas dengan kawanan berjumlah besar dengan sistem perkawinan silang secara alami, dan dukungan pakan hijauan maupun penguat, yang secara kuantitatif maupun kualitatif mencukupi. Setelah mengalami proses adaptasi minimal selama tiga bulan di feed loter, sapi tersebut dibagikan pada masyarakat dalam keadaan bunting dan masih dalam temperamen yang agak liar.

Pengeluhan pada sapi sebenarnya melanggar lima azas kebebasan hewan yakni dalam azas bebas dalam mengekspresikan hidup alami dan bebas dari rasa ketidaknyamanan. Kondisi peternakan di Indonesia yang masih tradisional tidak memungkinkan sapi dibiarkan bebas dikarenakan terbatasnya lahan yang dimiliki peternak sehingga peternak menggunakan teknik keluh untuk mengendalikan sapi peliharaanya. Pengeluhan sapi di Indonesia dianggap suatu hal yng lumrah dan diperbolehkan oleh pemerintah dikarenakan kondisi peternakanan tradisional masyarakat Indonesia.

Kamis, 13 Maret 2014

Fakta Tentang Gajah

Catatan ini berawal dari tugas mata kuliah Anatomi komparatif, membandingkan anatomi beserta fungsinya dari hewan satu dengan yang lainnya. Kali ini saya akan membahas tentang Gajah. Gajah merupakan hewan terbesar yang ada di daratan. Tubuh raksasanya hampir sama dengan tinggi dinding kamar kos saya . Berat hewan raksasa ini menyamai berat sekitar 50 orang. Gajah terbesar yang pernah tercatat ditemukan tertembak di Angola pada tahun 1955, beratnya sekitar £ 24.000 (11.000 kg) dengan tinggi 3,96 meter (13,0 kaki), lebih tinggi dari rata-rata gajah Afrika. Gajah adalah hewan herbivora, pemakan rumput, buah-buahan, daun, kulit kayu, semak, dan tanaman merambat. Gajah Afrika dapat hidup sekitar 70 tahun.


Gajah adalah hewan yang sangat sosial, dan belajar tentang apa yang dimakan, di mana untuk menemukan air dan bagaimana berperilaku dari ibu mereka dan gajah jantan yang lebih tua. Penelitian menunjukkan, mereka berkomunikasi dengan menggunakan suara infrasonik yang tak terdengar oleh telinga manusia. Suara infrasonik memungkinkan gajah berbicara menggunakan bahasa khusus dengan gajah lain yang terpisah sejauh 4 km. Selain itu, para ilmuwan telah menemukan 30 jenis panggilan gajah yang berbeda. Menurut para ilmuwan, dalam cuaca yang baik, gajah mampu mendengar panggilan yang berjarak 10 km dengan gelombang infrasonik.
Seekor gajah dapat menghabiskan 225 kg makanan per hari. Bagi hewan raksasa ini. Sengatan matahari merupakan ancaman serius. Untuk melepas dahaga dan dehidrasi,  mereka sanggup berjalan sejauh 50 km tanpa isitirahat, berpetualang selama 3 hari tanpa air. Demikian, tubuh mereka telah didesain dengan sangat sempurna dan dengan mempertimbangkan berbagai perhitungan yang sangat cermat agar mereka dapat bertahan dalam lingkungan mereka.
Kulit gajah Gajah Asia lebih sedikit berkerut dalam penampilan daripada gajah Afrika karena mereka terutama menghuni habitat hutan. Suhu yang tidak panas di daerah berhutan, sehingga mengurangi kebutuhan gajah untuk mendinginkan diri.
Belalai adalah harta paling berharga bagi gajah. Alat ini bekerja dengan begitu canggih dan melakukan fungsi yang berbeda-beda. Pada tahun 1700-an, para ilmuwan percaya bahwa belalai gajah tersusun atas satu otot saja. Tapi, penelitian modern kemudian membantahnya. Belalai gajah memiliki 6 kelompok otot utama (tidak dikenal), yang dibagi menjadi lebih dari 100.000 unit otot.  Otot ini menyerupai lingkaran yang saling bertumpuk satu di atas yang lain sehingga memungkinkan gajah bergerak dengan sangat leluasa. Belalai gajah merupakan perpanjangan dari bibir atas dan hidung. Ini fungsi untuk menggenggam, bernapas, berenang, makan, mnyemburkan debu, untuk membau,  minum, mengangkat, menghasilkan suara atau komunikasi, pertahanan, dan penginderaan. Walau pun berbadan besar gajah merupakan pernenang yang handal. Belalai bukanlah sekedar hidung gajah.  Ia adalah segalanya. Bila belalainya cedera, seekor gajah akan mati dalam waktu singkat.



Pendukung teori evolusi menyatakan, ciri-ciri istimewa pada binatang terbentuk dengan sendirinya, sedikit demi sedikit, secara bertahap tanpa perancangan sengaja. Namun, rancangan rumit dan sempurna pada belalai gajah dapat berfungsi hanya jika ratusan ribu otot ada secara bersamaan dan bekerja secara bersamaan pula. Misalnya, jika satu kelompok saja dari otot ini tidak ada, maka gajah takkan mampu menggerakan belalainya dan akan segera mati. Namun, gajah telah menggunakan belalai mereka dengan baik sejak jutaan tahun yang lalu. Rancangan sempurna tanpa cacat dalam tubuh gajah sekali lagi membuktikan pada kita, Allah lah yang telah menciptakan seluruh makhluk hidup (harun yahya).
Rata-rata gajah memiliki berat 5.000 kg lebih. Tetapi gajah dapat berjalan tanpa kesulitan. Hal dikarenakan Sang Pencipta merancang begitu sempurnanya setiap bagian tubuh gajah. Gajah memiliki kaki yang sangat ajaib. Meskipun harus menopang bobot yang susunan terbesar jaringan lemak dan jaringan ikat di tumit. Lima jari-jari kaki gajah terkubur di dalam daging kaki, tidak semua memiliki kuku jari kaki. Lingkar kaki depan kira-kira sama dengan setengah tinggi bahu. Kaki berperan dalam menciptakan lubang-lubang di mana air dapat dikumpulkan, untuk menggali akar dari tanah, dan untuk menavigasi medan terjal berbatu yang sulit.
Sebagian besar dari kaki terdiri dari jaringan lemak. Jaringan - bertindak sebagai shock absorber memiliki sifat elastis yang membantu gajah mempertahankan cengkeramannya pada tanah dan bergerak tanpa suara. Alasan bahwa gajah bisa berjalan begitu tenang ini sebagian disebabkan oleh "bantal spons elastis" di bagian bawah kaki. Hal ini menyebabkan sebagian besar suara teredam. Menurut hukum fisika, seorang wanita bersepatu hak tinggi akan memberikan tekanan lebih besar pada permukaan tanah daripada satu kaki gajah.
Teori evolusi menyatakan bahwa makhluk hidup berevolusi hingga menjadi bentuknya yang sempurna sebagaimana sekarang. Jika teori ini benar, maka gajah yang tidak memiliki jaringan kenyal ini pada kakinya takkan mampu berjalan sejak hari pertama mereka muncul ke dunia, dan karenanya akan mati kelaparan dan kehausan.
Begitulah Allah mendesain ciptaan-Nya dengan begitu sempurna. Ini merupakan bukti keagungan Allah sebagai pencipta Alam semesta beserta isinya. Tidaklah mungkin contoh kesempurnaan pada gajah ini muncul dengan sendirinya. Allah lah sang Maha Pencipta.
Kebenaran ini dinyatakan dalam Al-Qur'an ."Dan pada penciptaan kamu dan pada binatang-binatang yang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk kaum yang meyakini." (QS Al Jaatsiyah[45]:4) 
Gajah hanyalah satu contoh dari kebesaran ciptaan Allah. Masih banyak lagi makhluk Allah yang dapat kita ambil pelajaran.
"Sesungguhnya, dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi (seraya berkata),"Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Mahasuci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”(QS. Ali 'Imran (3) :191).